By admin | June 14, 2008

Penipuan Calon Pembeli Mobil

Informasi dibawah ini masih hangat dan ditulis ulang dengan membatasi hal-hal yang bersifat pribadi (privacy) kecuali ada persetejuan dari yang bersangkutan, tulisan di dari email salah seorang senior yang menularkan pengalamannya. Tidak dimaksudkan untuk mendeskreditkan pihak tertentu, kecuali semata-mata untuk kepentingan informasi agar tidak ada korban penipuan. Jika, ada keberatan atas isi tulisan mohon disampaikan melalui email untuk diadakan perubahan seperlunya. Semoga bermanfaat.

———- isi email ——-

Congratulations! Rumus umum: jangan mau transaksi terburu-buru, jangan pernah di dikte uang.

Ikuti ketenangan Pak Danu ini.

Hari Kamis, tgl 22 Mei 2008…..sekitar jam 10 pagi, saya memasang iklan jual mobil di salah satu web-site yang ada internet. Dan, di luar dugaan saya, belum ada satu jam iklan tsb tayang….sudah ada orang yg menghubungi saya menanyakan apakah mobil sudah laku atau belum.

Tentu saja saya jawab belum. Dia mengaku bernama Chaerul Gunawan dgn no HP 0812.839.59xx. Dengan sangat bersemangat sekali Bp. Chaerul ini mengatakan bahwa anaknya sudah “jatuh cinta” dengan mobil saya dan tidak mau keduluan orang lain….

“Saya sendiri, sekarang tinggal di Kediri sedangkan Irawan, anak saya itu sekarang kuliah di Universitas Borobudur dan memang lagi butuh sekali mobil” demikian dia mencoba meyakinkan saya betapa anaknya sudah jatuh cinta kpd mobil saya ..tutur katanya runut, sopan. Kemudian terjadilah tawar menawar harga……. dan kembali di luar dugaan saya, kesepakatan harga terjadi dengan “sangat mudah” dan kemudian dia mengatakan akan berangkat dari Kediri hari Jum’at malam sehingga transaksi bisa dilakukan hari Sabtu siang……

“Pak….ini sudah terjadi kesepakatan lho…..tolong mobil jangan dilepas ke pembeli lain ya…”

“Apakah Bapak tidak sebaiknya melihat kondisi mobil dan surat2nya dulu?” “Saya rasa tidak perlu….pokoknya komitmen ya….kita sepakat dengan harga tadi …dan tidak mungkin saya membatalkan pembelian ini.”

Nada bicaranya sungguh2 seperti orang yang bukan hanya “jatuh cinta” kpd mobil saya tetapi mungkin sudah bisa dikatakan “mabuk kepayang”…… (mana ada sih jaman sekarang, calon pembeli mobil yg sudah sepakat dgn harga, berjanji “tidak akan membatalkan transaksi” tanpa pernah sekalipun melihat mobil dan surat2nya??).

Pembicaraan per telephone selesai….. dan dari kantor, saya kabari ke istri di rumah “sudah ada pembeli” ….. tetapi saya juga bilang ada yang aneh dari calon pembeli ini……. waktu itu saya belum tahu apa….but it’s too good to be true.

Kurang lebih 15 menit kemudian, Bp. Chaerul menelepon lagi…dan menawarkan tanda jadi/uang muka. Saya jawab: “Baik…Pak. . ..kalau begitu Bapak suruh saja putra Bapak mengantarkannya ke rumah saya sambil melihat kondisi mobil dan surat2nya…”

“Oh….ngga perlu, nanti sore sekitar jam 4…saya transfer ke rek Bapak saja. Tolong saya diberi tahu no rek Bapak saja…kalau bisa rek BCA atau Mandiri….” Saya berikan no rek BCA….

Jam 16.15… Bp. Chaerul menelepon lagi : “Pak…saya sudah transfer uang mukanya, tolong Bapak segera cek saldo dan mohon kabari saya segera …..”.

Sangat kebetulan sekali, saya sedang berada tidak lebih dari 25 langkah dari ATM BCA……. Saya cek saldo…..tidak ada penambahan!! Karena telepon masih terhubung, maka saya khabari Bp. Chaerul bahwa transfer belum diterima….

“Lho kok belum masuk…ya …padahal rekening saya sudah didebet. Tolong apak ..tunggu sebentar, tapi jangan pergi dari lokasi ATM…saya akan enghubungi Bapak lagi….jangan pergi dari ATM, ya ….”

Nada suara tsb. masih sopan, tetapi seperti tidak terkejut ataupun cemas bahwa uang transfernya akan “melayang” entah kemana, malah lebih menekankan ke saya untuk jangan jauh2 dari ATM.

Tidak lebih dari satu menit kemudian, telepon kembali berdering “Pak, mohon telepon jangan ditutup …saya akan menghubungi BCA langsung…. .”

Terdengar suara tuts telepon ditekan, kemudian ada nada sambung dilanjutkan lagu BCA agak lama…sebelum terdengar suara:

“Halo, Selamat sore…. dengan customer service BCA…ada yang bisa dibantu?? ”

“Pak, saya Chaerul Gunawan no rek BCA sekian sekian…… baru saja mentransfer ke no rek sekian sekian….a/ n Bp. Danu S.S. sebesar sekian rupiah…..Rekening saya sudah didebet tetapi dananya belum diterima di rekening Bp. Danu.”

“Baik…Pak.. .mohon ditunggu sebentar …saya cek dulu ya….” Petugas BCA menjawab dengan nada yg wajar, profesional. …dan kemudian sang petugas melanjutkan: “Pak Chaerul..memang benar ada transaksi tersebut tetapi di sini tercatat masih pending…tolong Bapak bacakan no transaksi yang ada di stroke transaksi… .”

“Aduh…tadi stroke tidak keluar??!!”

“Ya..itulah masalahnya, karena stroke tidak keluar maka transaksi ini dipending… .ttp secara otomatis akan effektif di rekening penerima dalam 2 hari kerja” petugas BCA menjawab, masih dengan nada profesional dan terkesan sangat membantu.

“Pak……tidak bisa begitu dong…rekening saya sudah didebet, tapi kok penerima tidak bisa menggunakan uangnya. Mohon dibantu dong pak….”.

Pak Chaerul mencoba memprotes kegagalan teknologi BCA…

“Baik, Pak …saya bisa melakukan transfer tsb. secara manual…tetapi Bapak harus menghubungi penerima karena dibutuhkan kerja sama dengan rekening penerima.”

“Ah….kebetulan sekali penerima ada di ujung telepon ini juga…..Pak Danu….silahkan Bapak langsung bicara dgn petugas BCA ini, Pak…..” (karena telepon terhubung secara “party line”…maka saya bisa mendengarkan semua pembicaraan tsb…). Kemudian si petugas melakukan beberapa konfirmasi ke saya mengenai transaksi tsb., masih dgn cara dan nada profesional. …dan akhirnya memberikan solusi:

“Pak Danu….transfer dari Bp. Chaerul tadi bisa langsung effektif di rek Bapak, ttp mohon kerja-samanya” .. “Baik…apa yang harus saya lakukan?? ” “Bapak masih di ATM? “.

“Ya….”
“Baik…kalau begitu, masukan kartu ATM lagi…dan kemudian nanti akan
saya pandu …..”
“Oh ya ….begitu ya caranya??
“Ya….Pak.. . sudah dimasukkan kartu ATMnya, Pak?

“Untuk apa?….Biar anda bisa pandu saya untuk transfer semua uang saya
ke rekening yg anda mau …….???”

Senyap…..tidak ada suara dari petugas BCA maupun Bp. Chaerul Gunawan…..

Saya masih coba bicara: “Halo….halo. …..??”

Tetap tidak ada jawaban…suara profesional sang petugas BCA tidak
menjawab demikian pula suara sopan dari Bp. Chaerul Gunawan hilang
entah kemana….dan yang saya dengar malah telepon diputuskan.. .

Saya memang masih beruntung, karena pernah mendengar cerita korban
penipuan yang dipandu untuk memasukkan angka2 di mesin ATMnya, tetapi
justru malah saldonya berkurang… ….Cerita itu yang membuat saya
waspada ketika sang petugas BCA meminta saya memasukkan kartu ATM
dan bersiap “memandu”… …….

Tujuan saya menulis ini adalah …agar anda juga seberuntung saya kalau
menghadapi gaya penipuan serupa…..!!

Salam,

Danu S.S.

One comment | Add One

  1. PENIPUAN DOT COM Meneruskan Informasi Kasus-Kasus Penipuan Yang Terjadi Di Masyarakat Agar Tak Menelan Korban Terus Menerus - 06/16/2008 at 11:53 am

    [...] lalu pada akhir Mei 2008 detikcom juga memuat berita penipuan yang hampir mirip modusnya dengan pembelian mobil ini bahkan langkah-langkahnya pun mendekati. Seperti apa penipuan dengan obyek pembelian properti yang [...]

Leave a Comment

Name:

E-Mail :

Website :

Comments :