By admin | July 11, 2008

Penipu Mengaku Dari KPK

KPK Mungkin Anda pernah membaca surat kabar, tabloid, siaran TV atau siaran radio yang memberitakan bahwa ada penipuan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Nah biar Anda, rekan, saudara, atau kolega tidak tertipu, maka tak ada salahnya release KPK disini patut diperhatikan, karena KPK biarpun sebagai lembaga beberapa orang mengatakan lembaga super body tetapi jika ada oknum KPK yang melakukan penipuan tetap saja akan di tangkap. Jadi nama besar KPK jangan dulu membuat kita “keder” jika memang tidak ada sangkut pautnya.

By admin | June 18, 2008

Ada-ada saja

Penipuan kok di bisniskan, apa ya ada?

Itulah kenyataan bagi sebagai pendapat orang. Disini cerita lengkapnya

By admin | June 16, 2008

Pestablogger Nyaris ‘Disasar’ Penipu

PestabloggerAnda mungkin masih ingat ajang pesta blogger Indonesia beberapa waktu yang lalu yang mungkin “ter-wah” dan “ter-mewah” di negeri ini. Tak kurang “para petinggi” blogger negeri ini hadir (Ada Pak Menteri nya juga lho). Nah …. nampaknya ada penipu yang berusaha ingin memanfaatkan even tersebut. Tetapi keburu “KETANGKAP” oleh salah satu blogger dan (Ya pasti di posting di BLOG nya lah). He…he…he seru ya? Seperti apa isinya, nah biar lebih nyaman simak tuntas langsung ke TKP disini.

By admin | June 16, 2008

Penipuan Dan Beberapa Penyebabnya.

OkezoneWarta digital yang tergolong anyar ini nampaknya juga peduli terhadap maraknya kasus-kasus penipuan. Dimana dikatakan salah satu diantara penyebabnya adalah tingginya angka pengangguran. Dan salah satu cara diantara banyak cara untuk menghambat aksi penipuan pun juga disampaikan dalam rilis beritanya disini.

Situs atau blog ini sebenarnya juga ditujukan untuk mengkikis aksi-aksi penipuan, bahkan metode penanggulangannya sudah juga diupayakan untuk disampaikan ke beberapa pihak karena menyangkut citra suatu bangsa (demikian menurut okezone dan memang demikian).

By admin | June 16, 2008

Penipuan Juga “Merambah Dunia Properti”

Jika informasi penipuan (dari email Pak Parto) sebelumnya adalah penipuan dengan obyek jual beli mobil, beberapa waktu lalu pada akhir Mei 2008 detikcom juga memuat berita penipuan yang hampir mirip modusnya dengan pembelian mobil ini bahkan langkah-langkahnya pun mendekati. Seperti apa penipuan dengan obyek pembelian properti yang dimuat oleh detikcom, jika link diatas tidak cukup silakan baca selengkapnya klik disini

Banyak sudah kasus-kasus penipuan, informasikan kepada orang yang Anda kenal agar semua lebih waspada dan tak menjadi korban penipuan.

By admin | June 16, 2008

Penipuan SMS Juga Terjadi Di Malaysia

Penipuan Di MalaysiaSeperti di Indonesia, penipuan melalui sarana SMS juga terjadi di negara tetangga Malaysia. Gaya penipuannya pun mirip-mirip, misalnya korban dinyatakan bahwa SIM CARD nya telah memenangkan hadiah dari even tertentu dan diminta menyetorkan sejumlah uang ke rekening penipu, bahkan disini dikatakan bahwa korban diminta menunjukkan nomer account dan PIN. Kemungkinan yang ini jika di Indonesia adalah korban dipandu mentransfer melalui ATM atau ditanya user ID dan password internet Banking (Bank tertentu di Indonesia memang masih bisa). Seperti apakah cara pelaku di Malaysia mendapatkan nomer henpon (HP) penerima? Dari obrolan tidak resmi dengan beberapa orang Malaysia dan orang Indonesia yang di Malaysia kemungkinannya dilakukan secara acak/random, jika nyangkut ya itulah mangsanya. Apakah mungkin di lakukan oleh lingkungan mata rantai pengelolaan SIM CARD dari hulu sampai ke hilir, bisa jadi, tapi janganlah kita berpikir kesana, yang penting hati-hati.

Operator selular di Malaysia dan negara tetangga memang banyak tapi tak sebanyak di Indonesia (moga nyambung). Model pembelian SIM CARD di Malaysia hampir mirip seperti di Indonesia.

Pengalaman penulis membeli SIM CARD di Luar Negeri :

  • Di Malaysia saat membeli kita diminta nomer identitas lalu penjual yang mendaftarkan sebelum menyerahkan starter pack. Kelihatannya kita bisa mengisi sendiri, mungkin kita dianggap masih awam sehingga perlu dibantu oleh penjualnya
    • Saat penulis membeli di Kuala Lumpur (KL) seperti itu
    • Saat penulis membeli di Kinabalu (Malaysia Timur) ya sama seperti di Indonesia.
  • Di Singapore sama seperti di Indonesia disini provider nya tidak banyak tapi kualitas sinyal henpon dijamin keren.
  • Di Thailand sama seperti di Indonesia (provider nya dikit)
  • Di Vietnam, belum kesana ;)

Di negara kecil saja penipuan SMS juga ada, lha bagaimana kalau negara nya besar seperti di Indonesia? tapi jangan kawatir provider selular di Indonesia sekarang canggih-canggih, apalagi Trafic Management Center Polda Metro Jaya yang mu-antap. Yang jelas banyak kasus kejahatan di Indonesia terbongkar karena penggunaan media ini oleh pelaku dan terlacak dengan mudah oleh aparat. Kasus yang hangat sekarang sedang berjalan di sidang. Heboh memang.

Hati-hati kalau selingkuh, nanti rekamannya tersebar dimana-mana, nombok …..

By admin | June 16, 2008

Penipuan Menggunakan Sarana Pada Internet Banking

Beberapa waktu yang lalu detikcom memuat berita bahwa di internet banking salah satu bank di Indonesia ingin dijadikan sarana penipuan oleh penipu dengan cara memalsukan informasi internet banking tersebut melalui email. Cara seperti ini sebenarnya sudah cukup lama dan sering terjadi, dimana email ditujukan kepada alamat email nasabah yang memiliki akses ke internet banking. Dari mana pelaku mengetahui bahwa alamat email seseorang adalah pemegang account internet banking? Banyak cara yang dilakukan pelaku penipuan untuk memperolah alamat email seseorang yang memiliki akses ke internet banking, kemungkinan dari mesin pencari google pun bisa dilakukan, seperti bagaimana layaknya seseorang mencari nomer kartu kredit yang “melayang-layang” di internet.

Bagaimana pencegahannya?

  • Yakinkan hanya akses alamat (url) internet banking seperti dalam panduan
  • Jangan merespon email dari pengelola internet banking secara terburu-buru, jika ragu-ragu lebih baik tanyakan ke support internet banking atau call center pengelola internet banking.
  • Jangan akses internet banking dari sembarang tempat akses internet seperti warnet jika tidak sangat terpaksa.
  • Jangan lupa log-out/keluar dari sistem internet banking jika Anda sudah selesai bertransaksi dari internet banking.
  • Jangan lupa menghapus history pada komputer yang baru saja Anda pergunakan untuk akses internet banking.
  • Jangan berikan user dan password internet banking Anda kepada siapapun.
  • Jangan menyimpan user dan password internet banking secara sembarangan.
  • Gantilah passwors secara berkala jika sistem memungkinkan.
  • Lebih baik gunakanlah key tambahan untuk akses internet banking.

Tak cuma internet banking, ada yang lain yang perlu juga Anda waspada dengan cara diatas, seperti :

  • Paypal
  • E-Gold
  • Kartu Kredit

Semoga kita senantiasa lancar dalam menggunakan teknologi yang seharusnya mempermudah dan bukan memper-susah.

Semoga hukum ITE benar-benar menjadikan kejahatan cyber jera dan berpikir sebelum melakukan kejahatan.

By admin | June 14, 2008

Penipuan Calon Pembeli Mobil

Informasi dibawah ini masih hangat dan ditulis ulang dengan membatasi hal-hal yang bersifat pribadi (privacy) kecuali ada persetejuan dari yang bersangkutan, tulisan di dari email salah seorang senior yang menularkan pengalamannya. Tidak dimaksudkan untuk mendeskreditkan pihak tertentu, kecuali semata-mata untuk kepentingan informasi agar tidak ada korban penipuan. Jika, ada keberatan atas isi tulisan mohon disampaikan melalui email untuk diadakan perubahan seperlunya. Semoga bermanfaat.

———- isi email ——-

Congratulations! Rumus umum: jangan mau transaksi terburu-buru, jangan pernah di dikte uang.

Ikuti ketenangan Pak Danu ini.

Hari Kamis, tgl 22 Mei 2008…..sekitar jam 10 pagi, saya memasang iklan jual mobil di salah satu web-site yang ada internet. Dan, di luar dugaan saya, belum ada satu jam iklan tsb tayang….sudah ada orang yg menghubungi saya menanyakan apakah mobil sudah laku atau belum.

Tentu saja saya jawab belum. Dia mengaku bernama Chaerul Gunawan dgn no HP 0812.839.59xx. Dengan sangat bersemangat sekali Bp. Chaerul ini mengatakan bahwa anaknya sudah “jatuh cinta” dengan mobil saya dan tidak mau keduluan orang lain….

“Saya sendiri, sekarang tinggal di Kediri sedangkan Irawan, anak saya itu sekarang kuliah di Universitas Borobudur dan memang lagi butuh sekali mobil” demikian dia mencoba meyakinkan saya betapa anaknya sudah jatuh cinta kpd mobil saya ..tutur katanya runut, sopan. Kemudian terjadilah tawar menawar harga……. dan kembali di luar dugaan saya, kesepakatan harga terjadi dengan “sangat mudah” dan kemudian dia mengatakan akan berangkat dari Kediri hari Jum’at malam sehingga transaksi bisa dilakukan hari Sabtu siang……

“Pak….ini sudah terjadi kesepakatan lho…..tolong mobil jangan dilepas ke pembeli lain ya…”

“Apakah Bapak tidak sebaiknya melihat kondisi mobil dan surat2nya dulu?” “Saya rasa tidak perlu….pokoknya komitmen ya….kita sepakat dengan harga tadi …dan tidak mungkin saya membatalkan pembelian ini.”

Nada bicaranya sungguh2 seperti orang yang bukan hanya “jatuh cinta” kpd mobil saya tetapi mungkin sudah bisa dikatakan “mabuk kepayang”…… (mana ada sih jaman sekarang, calon pembeli mobil yg sudah sepakat dgn harga, berjanji “tidak akan membatalkan transaksi” tanpa pernah sekalipun melihat mobil dan surat2nya??).

Pembicaraan per telephone selesai….. dan dari kantor, saya kabari ke istri di rumah “sudah ada pembeli” ….. tetapi saya juga bilang ada yang aneh dari calon pembeli ini……. waktu itu saya belum tahu apa….but it’s too good to be true.

Kurang lebih 15 menit kemudian, Bp. Chaerul menelepon lagi…dan menawarkan tanda jadi/uang muka. Saya jawab: “Baik…Pak. . ..kalau begitu Bapak suruh saja putra Bapak mengantarkannya ke rumah saya sambil melihat kondisi mobil dan surat2nya…”

“Oh….ngga perlu, nanti sore sekitar jam 4…saya transfer ke rek Bapak saja. Tolong saya diberi tahu no rek Bapak saja…kalau bisa rek BCA atau Mandiri….” Saya berikan no rek BCA….

Jam 16.15… Bp. Chaerul menelepon lagi : “Pak…saya sudah transfer uang mukanya, tolong Bapak segera cek saldo dan mohon kabari saya segera …..”.

Sangat kebetulan sekali, saya sedang berada tidak lebih dari 25 langkah dari ATM BCA……. Saya cek saldo…..tidak ada penambahan!! Karena telepon masih terhubung, maka saya khabari Bp. Chaerul bahwa transfer belum diterima….

“Lho kok belum masuk…ya …padahal rekening saya sudah didebet. Tolong apak ..tunggu sebentar, tapi jangan pergi dari lokasi ATM…saya akan enghubungi Bapak lagi….jangan pergi dari ATM, ya ….”

Nada suara tsb. masih sopan, tetapi seperti tidak terkejut ataupun cemas bahwa uang transfernya akan “melayang” entah kemana, malah lebih menekankan ke saya untuk jangan jauh2 dari ATM.

Tidak lebih dari satu menit kemudian, telepon kembali berdering “Pak, mohon telepon jangan ditutup …saya akan menghubungi BCA langsung…. .”

Terdengar suara tuts telepon ditekan, kemudian ada nada sambung dilanjutkan lagu BCA agak lama…sebelum terdengar suara:

“Halo, Selamat sore…. dengan customer service BCA…ada yang bisa dibantu?? ”

“Pak, saya Chaerul Gunawan no rek BCA sekian sekian…… baru saja mentransfer ke no rek sekian sekian….a/ n Bp. Danu S.S. sebesar sekian rupiah…..Rekening saya sudah didebet tetapi dananya belum diterima di rekening Bp. Danu.”

“Baik…Pak.. .mohon ditunggu sebentar …saya cek dulu ya….” Petugas BCA menjawab dengan nada yg wajar, profesional. …dan kemudian sang petugas melanjutkan: “Pak Chaerul..memang benar ada transaksi tersebut tetapi di sini tercatat masih pending…tolong Bapak bacakan no transaksi yang ada di stroke transaksi… .”

“Aduh…tadi stroke tidak keluar??!!”

“Ya..itulah masalahnya, karena stroke tidak keluar maka transaksi ini dipending… .ttp secara otomatis akan effektif di rekening penerima dalam 2 hari kerja” petugas BCA menjawab, masih dengan nada profesional dan terkesan sangat membantu.

“Pak……tidak bisa begitu dong…rekening saya sudah didebet, tapi kok penerima tidak bisa menggunakan uangnya. Mohon dibantu dong pak….”.

Pak Chaerul mencoba memprotes kegagalan teknologi BCA…

“Baik, Pak …saya bisa melakukan transfer tsb. secara manual…tetapi Bapak harus menghubungi penerima karena dibutuhkan kerja sama dengan rekening penerima.”

“Ah….kebetulan sekali penerima ada di ujung telepon ini juga…..Pak Danu….silahkan Bapak langsung bicara dgn petugas BCA ini, Pak…..” (karena telepon terhubung secara “party line”…maka saya bisa mendengarkan semua pembicaraan tsb…). Kemudian si petugas melakukan beberapa konfirmasi ke saya mengenai transaksi tsb., masih dgn cara dan nada profesional. …dan akhirnya memberikan solusi:

“Pak Danu….transfer dari Bp. Chaerul tadi bisa langsung effektif di rek Bapak, ttp mohon kerja-samanya” .. “Baik…apa yang harus saya lakukan?? ” “Bapak masih di ATM? “.

“Ya….”
“Baik…kalau begitu, masukan kartu ATM lagi…dan kemudian nanti akan
saya pandu …..”
“Oh ya ….begitu ya caranya??
“Ya….Pak.. . sudah dimasukkan kartu ATMnya, Pak?

“Untuk apa?….Biar anda bisa pandu saya untuk transfer semua uang saya
ke rekening yg anda mau …….???”

Senyap…..tidak ada suara dari petugas BCA maupun Bp. Chaerul Gunawan…..

Saya masih coba bicara: “Halo….halo. …..??”

Tetap tidak ada jawaban…suara profesional sang petugas BCA tidak
menjawab demikian pula suara sopan dari Bp. Chaerul Gunawan hilang
entah kemana….dan yang saya dengar malah telepon diputuskan.. .

Saya memang masih beruntung, karena pernah mendengar cerita korban
penipuan yang dipandu untuk memasukkan angka2 di mesin ATMnya, tetapi
justru malah saldonya berkurang… ….Cerita itu yang membuat saya
waspada ketika sang petugas BCA meminta saya memasukkan kartu ATM
dan bersiap “memandu”… …….

Tujuan saya menulis ini adalah …agar anda juga seberuntung saya kalau
menghadapi gaya penipuan serupa…..!!

Salam,

Danu S.S.

By admin | September 29, 2007

Email Scam “Menelan Korban” Di Indonesia

(Sebuah email diterima seorang rektor universitas swasta di Jakarta. Email berisi penugasan warga Nigeria Prince Shanka Moye membawa barang berharga senilai US$ 25 juta ke Indonesia. Sang rektor masuk perangkap. Jerih payah kerja 40 tahun pun raib). Dekimianlah berita yang dirilis oleh media digital www.detik.com pada tanggal 26 September 2007 lalu dan yang menjadi korbannya tak tanggung-tanggung, kali ini korban termasuk berpendidikan lumayan, lantas mengapa hal itu bisa terjadi, silakan persepsikan menurut diri Anda masing-masing. Berikut contoh email scam yang masuk ke mailbox penulis (jumlahnya tak cuma satu tapi disini akan dilampirkan beberapa contoh saja.

FROM MRS.PAXXXX VEROXXX. (Nama disamarkan)

INTERNATIONAL PROMOTIONS/PRIZE AWARD DEPARTMENT

RESULTS FOR CATEGORY “A” DRAWS.

Congratulations to you as we bring to your notice, the results of the First Category

draws of THE LOTTO PROMO INT. We are happy to inform you that you have emerged a

winner under the First Category, which is part of our promotional draws. The draws

were being officially announced on the 20th of September, 2007.Participants were

selected through a computer ballot system drawn from 2,500,000 email addresses of

individuals and companies from Africa, America, Asia, Australia,Europe, Middle East

and Oceania as part of our International Promotions Program.

Your e- mail address, attached to Coupon numbers 4840989 consequently won in the

First Category. You have therefore been awarded a lump sum pay out of 500,00000eur

(Five hundred thousand euros), which is the winning payout for Category A winners.

This is from a total cash prize of 5,000,000.00 Million Euros shared amongst the

first Ten (10) lucky winners in this category.

CONGRATULATIONS!

Your fund is now deposited with the paying Bank.In your best interest to avoid mix

up of numbers and names of any kind, we request that you keep the entire details of

your award strictly from public notice until the process of transferring your claims

has been completed, and your funds remitted to your account.This is part of our

security protocol to avoid double claiming or unscrupulous acts by

participants/nonparticipants of this program.

Please contact your claims agent immediately for due processing and remittance of

your prize money to a designated bank account of your choice. You are advised to

contact the agents by email,phone or fax. Failure to do so may warrant

disqualification.NOTE: For easy reference and identification, remember to quote your

Coupon numbers in your correspondence with your claims agent.

To file for your claim,please contact the fiduciary agent with your Coupon

numbers,tel/fax numbers and full names.

***********************************************

MR. NORXXX KAXXX. (Nama disamarkan)

AXXXXXXXXXX,THE XXXXXXXXXXX.

TEL: +XX-XXX-XXX-XXX.

FAX:+XX-XXX-XXX-XXX.

REPLY EMAIL: emailpelaku@peniuanmelaluiscam.com
***********************************************
All winnings must be notarized to complete the claim process; winners will be
referred to a Foreign Transfer Manager,to have their winnings notarized. 
 
Congratulations once again from all our staff.
 
Sincerely Yours,
 
MRS.PAXXXX VEROXXXX.
THE PROMOTION COORDINATOR