Penipuan SMS Juga Terjadi Di Malaysia
Seperti di Indonesia, penipuan melalui sarana SMS juga terjadi di negara tetangga Malaysia. Gaya penipuannya pun mirip-mirip, misalnya korban dinyatakan bahwa SIM CARD nya telah memenangkan hadiah dari even tertentu dan diminta menyetorkan sejumlah uang ke rekening penipu, bahkan disini dikatakan bahwa korban diminta menunjukkan nomer account dan PIN. Kemungkinan yang ini jika di Indonesia adalah korban dipandu mentransfer melalui ATM atau ditanya user ID dan password internet Banking (Bank tertentu di Indonesia memang masih bisa). Seperti apakah cara pelaku di Malaysia mendapatkan nomer henpon (HP) penerima? Dari obrolan tidak resmi dengan beberapa orang Malaysia dan orang Indonesia yang di Malaysia kemungkinannya dilakukan secara acak/random, jika nyangkut ya itulah mangsanya. Apakah mungkin di lakukan oleh lingkungan mata rantai pengelolaan SIM CARD dari hulu sampai ke hilir, bisa jadi, tapi janganlah kita berpikir kesana, yang penting hati-hati.
Operator selular di Malaysia dan negara tetangga memang banyak tapi tak sebanyak di Indonesia (moga nyambung). Model pembelian SIM CARD di Malaysia hampir mirip seperti di Indonesia.
Pengalaman penulis membeli SIM CARD di Luar Negeri :
- Di Malaysia saat membeli kita diminta nomer identitas lalu penjual yang mendaftarkan sebelum menyerahkan starter pack. Kelihatannya kita bisa mengisi sendiri, mungkin kita dianggap masih awam sehingga perlu dibantu oleh penjualnya
- Saat penulis membeli di Kuala Lumpur (KL) seperti itu
- Saat penulis membeli di Kinabalu (Malaysia Timur) ya sama seperti di Indonesia.
- Di Singapore sama seperti di Indonesia disini provider nya tidak banyak tapi kualitas sinyal henpon dijamin keren.
- Di Thailand sama seperti di Indonesia (provider nya dikit)
- Di Vietnam, belum kesana
Di negara kecil saja penipuan SMS juga ada, lha bagaimana kalau negara nya besar seperti di Indonesia? tapi jangan kawatir provider selular di Indonesia sekarang canggih-canggih, apalagi Trafic Management Center Polda Metro Jaya yang mu-antap. Yang jelas banyak kasus kejahatan di Indonesia terbongkar karena penggunaan media ini oleh pelaku dan terlacak dengan mudah oleh aparat. Kasus yang hangat sekarang sedang berjalan di sidang. Heboh memang.
Hati-hati kalau selingkuh, nanti rekamannya tersebar dimana-mana, nombok …..




